Jumat, 21 Juli 2017

Mitos Dan Metode Ilmiah



MITOS DAN METODE ILMIAH


A.   Proses Perkembangan Pola Pikir Manusia
1.  Apa dan Bagaimana Rasa Ingin Tahu yang Terjadi di Dalam Perkembangan Pola Pikir Manusia?
Semua makhluk hidup termasuk manusia mempunyai tanggapan terhadap rangsangan dari lingkungan. Manusia mempunyai naluri seperti tumbuhan dan hewan, tetapi manusia mempunyai akal-budi, sehingga rasa ingin tahu tersebut tidak sepanjang zaman. Manusia mempunyai rasa ingin tahu yang berkembang, rasa ingin tahu pada manusia tidak pernah dapat dipuaskan. Apabila suatu masalah sudah dipecahkan, maka akan ada masalah lain yang menunggu pemecahannnya.
       2.  Bagaimana Mitos, Pro dan Kontra yang Terjadi Di Dalam Masyarakat?
Rasa ingin tahu manusia ternyata tidak dapat terpuaskan hanya atas dasar pengamatan maupun pengalamannya, manusia selalu berusaha memenuhi kebutuhan alam fikirannya. Pengetahuan baru yang bermunculan dan kepercayaan yang diyakini manusia menurut pemikirannya itulah yang disebut mitos.
Mitos timbul karena keterbatasan alat indera manusia diantarnya:
·         Alat penglihatan ( contoh pelangi seperti selendang bidadari )
·         Alat pendengaran ( contoh suara guntur dianggap suara setan yang dicambuk )
·         Alat pencuim dan pengecap
·         Alat perasa ( contoh bulu kuduk berdiri karna hawa dingin, dikira ada setan yang mendekat)
Mitos dapat diterima pada masyarakat masa lalu karena:
·         Keterbatasan pengetahuan yang disebabkan oleh penginderaan, baik langsung maupun dengan alat.
·          Keterbatasan penalaran manusia pada waktu itu.
·         Terpenuhinya rasa ingin tahu.
Puncak mitos seprti diatas terjadi pada zaman Babylona yaitu kira-kira 700-600 SM.
3. Bagaimana Sikap Ilmiah, Metode Ilmiah, dan Langkah-Langkah Oprasional Metode Ilmiah dalam Proses Perkembangan pola Pikir Manusia?
Untuk membuat kriteria yang tepat dalam pembentukan sikap ilmiah memang sukar, tapi berdasarkan beberapa literatur dirumuskan sebagai berikut:
1.      Memiliki kuriositas yang tinggi dan kemampuan belajar yang besar
       Seseorang yang memiliki sikap ilmiah apabila melihat peristiwa atau gejala alam akan terangsang untuk ingin tahu lebih lanjut apa, bagaimana, mengapa peristiwa atau gejala itu.
2.      Tidak dapat menerima kebenaran tanpa bukti
3.       Jujur
4.      Terbuka
5.      Toleran
6.      Skeptis (Skeptis adalah sikap meragu-ragui )
7.      Optimis
8.      Pemberani
9.      Kreatif atau swadaya
Diatas sudah dibahas tentang sikap ilmiah, sekarang mari kita bahas tentang metode ilmiah dan langkah-langkah oprasional metode ilmiah.
·         Pengindraan
·         Masalah Atau Problema
·         Hipotesis ( dugaan sementara )
·         Eksperimen
·         Teori
4. Benarkah Al-Quran dan Hadits Sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan?
Semua persolan tentang ilmu pengetahuan yang telah mantap dan meyakinkan, merupakan pemikiran valid yang dianjurkan Al-Qur’an, tidak ada pertentangan sama sekali dengannya. Ilmu pengetahuan telah maju dan telah banyak pula masalahnya, namun apa yang telah tetap dan mantap dari padanya tidak bertentangan sedikit pun bertentangan dengan salah satu ayat Al-Qur;an.
Di dalam Al-Qur’an terdapat ilmu pengetahuan ilmiah yang diungkapkan dalam konteks hidayah. Misalnya, perkawinan tumbuh-tumbuhan itu ada yang zati’ dan ada yang khalti. Yang pertama adalah tumbuhan yang yang bunganya telah mengandung organ jantan dan betina. Dan yang kedua ialah tumbuhan yang organ jantannya terpisah dengan organ yang betina, seperti pohon kurma, sehingga perkawinannya melalui perpinahan. Dan diantara saran perpindahannya angin. Penjelasan demikian terdapat dalam firman-Nya;
dan kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan)....”(al-Hajr{15}:22)
Berkenaan dengan embriologi sebagiman firman Alllah:
“Wahai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah)nsesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan padamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang telah ditentukan, kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi”
Dalam Hadits Rasulullah SAW. Bersabda:
Dari Maqdim Ma’di Kariba, dari Rasullullah SAW., beliau bersabda, ‘ingatlah ssungguhnya aku diberi Al; Kitab (Al-Qur’an) dan semisalnya bersamanya.

Artikel:http://kulyahinternet.blogspot.co.id/2014/05/normal-0-false-false-in-x-none-ar.html?m=1




Tidak ada komentar:

Posting Komentar