MITOS DAN
METODE ILMIAH
A. Proses
Perkembangan Pola Pikir Manusia
1. Apa dan Bagaimana Rasa Ingin Tahu yang
Terjadi di Dalam Perkembangan Pola Pikir Manusia?
Semua makhluk hidup termasuk manusia mempunyai
tanggapan terhadap rangsangan dari lingkungan. Manusia mempunyai
naluri seperti tumbuhan dan hewan, tetapi manusia mempunyai akal-budi, sehingga
rasa ingin tahu tersebut tidak sepanjang zaman. Manusia mempunyai rasa ingin
tahu yang berkembang, rasa ingin tahu pada manusia tidak pernah dapat
dipuaskan. Apabila suatu masalah sudah dipecahkan, maka akan ada masalah lain
yang menunggu pemecahannnya.
2.
Bagaimana Mitos, Pro dan Kontra yang Terjadi
Di Dalam Masyarakat?
Rasa ingin tahu manusia ternyata
tidak dapat terpuaskan hanya atas dasar pengamatan maupun pengalamannya,
manusia selalu berusaha memenuhi kebutuhan alam fikirannya. Pengetahuan baru
yang bermunculan dan kepercayaan yang diyakini manusia menurut pemikirannya
itulah yang disebut mitos.
Mitos timbul karena keterbatasan
alat indera manusia diantarnya:
·
Alat penglihatan ( contoh pelangi seperti selendang
bidadari )
·
Alat pendengaran ( contoh suara guntur dianggap suara
setan yang dicambuk )
·
Alat pencuim dan pengecap
·
Alat perasa ( contoh bulu kuduk berdiri karna hawa dingin, dikira
ada setan yang mendekat)
Mitos dapat diterima pada masyarakat masa lalu karena:
·
Keterbatasan pengetahuan yang disebabkan oleh penginderaan,
baik langsung maupun dengan alat.
·
Keterbatasan
penalaran manusia pada waktu itu.
·
Terpenuhinya rasa ingin tahu.
Puncak mitos seprti diatas terjadi pada zaman Babylona yaitu
kira-kira 700-600 SM.
3. Bagaimana Sikap Ilmiah, Metode Ilmiah, dan
Langkah-Langkah Oprasional Metode Ilmiah dalam Proses Perkembangan pola Pikir
Manusia?
Untuk membuat kriteria yang tepat dalam
pembentukan sikap ilmiah memang sukar, tapi berdasarkan beberapa literatur
dirumuskan sebagai berikut:
1. Memiliki kuriositas yang
tinggi dan kemampuan belajar yang besar
Seseorang yang memiliki
sikap ilmiah apabila melihat peristiwa atau gejala alam akan terangsang untuk
ingin tahu lebih lanjut apa, bagaimana, mengapa peristiwa atau gejala itu.
2. Tidak dapat menerima
kebenaran tanpa bukti
3. Jujur
4. Terbuka
5. Toleran
6. Skeptis (Skeptis adalah sikap
meragu-ragui )
7. Optimis
8. Pemberani
9. Kreatif atau swadaya
Diatas sudah dibahas
tentang sikap ilmiah, sekarang mari kita bahas tentang metode ilmiah dan
langkah-langkah oprasional metode ilmiah.
·
Pengindraan
·
Masalah Atau Problema
·
Hipotesis ( dugaan sementara )
·
Eksperimen
·
Teori
4. Benarkah Al-Quran dan
Hadits Sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan?
Semua persolan tentang ilmu pengetahuan yang telah mantap
dan meyakinkan, merupakan pemikiran valid yang dianjurkan Al-Qur’an, tidak ada
pertentangan sama sekali dengannya. Ilmu pengetahuan telah maju dan telah
banyak pula masalahnya, namun apa yang telah tetap dan mantap dari padanya tidak bertentangan sedikit pun bertentangan dengan salah satu
ayat Al-Qur;an.
Di dalam Al-Qur’an terdapat ilmu
pengetahuan ilmiah yang diungkapkan dalam konteks hidayah. Misalnya, perkawinan
tumbuh-tumbuhan itu ada yang zati’ dan ada yang khalti. Yang pertama adalah
tumbuhan yang yang bunganya telah mengandung organ jantan dan betina. Dan yang
kedua ialah tumbuhan yang organ jantannya terpisah dengan organ yang betina,
seperti pohon kurma, sehingga perkawinannya melalui perpinahan. Dan diantara
saran perpindahannya angin. Penjelasan demikian terdapat dalam firman-Nya;
“dan
kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan)....”(al-Hajr{15}:22)
Berkenaan dengan embriologi
sebagiman firman Alllah:
“Wahai
manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka
(ketahuilah)nsesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian
setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang
sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan padamu dan
Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang telah ditentukan,
kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi”
Dalam Hadits Rasulullah SAW.
Bersabda:
Dari
Maqdim Ma’di Kariba, dari Rasullullah SAW., beliau bersabda, ‘ingatlah
ssungguhnya aku diberi Al; Kitab (Al-Qur’an) dan semisalnya bersamanya.
Artikel:http://kulyahinternet.blogspot.co.id/2014/05/normal-0-false-false-in-x-none-ar.html?m=1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar